Sejarah Arloji Rusia merk Raketa

July 20th, 2010 | Posted by under Arloji Rusia with Comments Off

Raketa, yang berarti “roket” dalam bahasa Rusia, “Paketa” dlm tulisan Rusianya, model yang paling dikenal pada arloji ini adalah model 24Hour dial. Raketa juga memproduksi jam saku.

(klik gambar untuk di perbesar)

Arloji Raketa yang diproduksi di Pabrik Petrodvoretz (Istana Petrus). Menurut berbagai sumber internet, pabrik itu bangkrut pada tahun 1995, kemudian melanjutkan usaha dalam skala yang lebih kecil. Dan kemudian bangkit kembali dalam skala besar.

Dalam Situs Poljot-Times, seorang penjual jam tangan terkenal Rusia, menegaskan di situs Web mereka bahwa Raketa jam tangan yang mereka jual diproduksi oleh Pabrik arloji Istana Petrus (Petrodvoretz).


Sejak tahun 2005 setelah di beli oleh perusahaan dari Perancis, Raketa bangkit kembali dengan management baru, design arloji yang baru pula dan official sitenya yang baru yaitu http://www.raketa.su Management baru menganggap Jam Raketa yang bukan di hasilkan dari pabrik yang sekarang ini, adalah palsu alias fake atau counterfeits, padahal sebenernya asli. Don’t Worry Be Happy.

Berikut arloji buatan pabrikan sekarang hingga pertengahan bulan Juni 2010 dengan TEMPORARY COLLECTION nya:


Merk dan Logo Jam buatan Uni Soviet

July 7th, 2010 | Posted by under Arloji, Arloji Rusia with Comments Off

Berikut adalah merk dan logo jam buatan Uni Soviet di dapat dari tahun 1977

(klik gambar utk di perbesar)

Berdasarkan referensi dari Website:  http://www.netgrafik.ch/russian_logos.htm

Beginilah Seharusnya Kita Memanfaatkan Waktu

July 1st, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

Beginilah Seharusnya Kita Memanfaatkan Waktu

“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)

Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.

Hanya orang-orang hebat dan mendapatkan taufik dari Allah, yang mampu mengetahui urgensi waktu lalu memanfaatkanya seoptimal mungkin. Dalam hadits, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.

Saudaraku, Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama, yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Namun kenapa prestasi bisa berbeda? Dalam waktu yang sama, Mereka mampu berbuat dan berkarya seperti berikut:

  1. Rasulullah SAW : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!
  2. Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af
  3. Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)
  4. Anas bin Malik : Pelayan Rasulullah SAW sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.
  5. Abul Hasan bin Abi Jaradah (548 H) : Sepanjang hidupnya menulis kitab-kitab penting sebanyak tiga lemari.
  6. Abu Bakar Al-Anbari : Setiap pekan membaca sebanyak sepuluh ribu lembar.
  7. Syekh Ali At-Thantawi : Membaca 100-200 halaman setiap hari. Kalkulasinya, berarti dengan umurnya yang 70 tahun, beliau sudah membaca 5.040.000 halaman buku. Artikel yang telah dimuat di media massa sebanyak tiga belas ribu halaman. Dan yang hilang lebih dari itu.
  8. Ibnu Jarir Ath-Thabari, beliau menulis tafsir Al-Qur’an sebanyak 3.000 lembar, menulis kitab Sejarah 3.000 lembar.Setiap harinya beliau menulis sebanyak 40 lembar selama 40 tahun.Total karya Ibnu Jarir 358.000 lembar.
  9. Ibnu Aqil menulis kitab yang paling spektakuler yaitu Kitab Al-Funun, kitab yang memuat beragam ilmu, adz-Dzahabi mengomentari tentang kitab ini, bahwa di dunia ini tidak ada karya tulis yang diciptakan setara dengannya. Menurut Ibnu Rajab, sebagian orang mengatakan bahwa jilidnya mencapai 800 jilid.
  10. Al-Baqqilini tidak tidur hingga beliau menulis 35 lembar tulisan.
  11. Ibnu Al Jauzi senantiasa menulis dalam seharinya setara 4 buah buku tulis. Dengan waktu yang dimilikinya, beliau mampu menghasilkan 2.000 jilid buku. Bekas rautan penanya Ibnul Jauzi dapat digunakan untuk memanasi air yang dipakai untuk memandikan mayat beliau, bahkan masih ada sisanya.
  12. Iman An-Nawawi setiap harinya berlajar 12 mata pelajaran, dan memberikan komentar dan catatan tentang pelajarannya tersebut. Umur beliau singkat, wafat pada umur 45 tahun, namun karya beliu sangat banyak dan masih dijadikan sumber rujukan oleh umat muslim saat sekarang ini.

Masih banyak lagi contoh-contoh luar biasa lainnya. Kenapa tidak banyak orang yang bisa menyamai mereka? Padahal waktu yang diberikan Allah kepada mereka sama dengan waktu yang diberikan Allah pada hambaNya yang lain? Jawabannya adalah kecerdasan manajemen waktu.

Saudaraku, bercermin kepada genarasi salafus shalih umat ini, dimana mereka telah menorehkan contoh-contoh yang mengagumkan dalam memanfaatkan waktu, detik-detik umur dan setiap hembusan nafas untuk amal kebajikan. Dengan mengetahui jalan hidup orang-orang saleh dan kesungguhan mereka mereka dalam memanfaatkan detik-detik umur mereka dalam ketaatan, memiliki pengaruh besar dihati seorang muslim, yaitu pengaruh dalam menumbuhkan dan membangun gairah untuk memanfaatkan waktu dan memaksimalkan deti-detik usia dalam perkara-perkara yang mendekatkannya kepada Allah. Mari kita telusuri kisah indah dan uniknya mereka dalam memaksiamalkan waktu:

Para genarasi salafus shaleh umat ini sangat bersemangat untuk menjaga waktu hingga dalam keaadaan sakit dan sakratul maut

Al Biruni, (362H—440H), seorang ahli ilmu falak dan ilmu eksakta, ahli sejarah, dan menguasai lima bahasa yaitu bahasa Arab, Suryani, Sanskerta, Persia dan India. Saat detik-detik terakhir hidup beliau, tetap mempelajari masalah faraidh (waris). Lalu seorang berkata kepada beliau, layakkah engkau bertanya dalam kondisi seperti ini? Beliau menjawab, kalau aku meninggalkan dunia ini dalam kondisi mengetahui ilmu dalam persoaalan ini, bukankah itu lebih baik dari pada aku hanya sekedar dapat membayangkannya saja, tidak tahu ilmu tentangnya. Tidak lama setelah itu beliau wafat.

Ibrahim bin Jarrah berkata, “Imam Abu Yusuf Al Qadli rahimahullah sakit. Saya Menjeguknya. Dia dalam keadaan yang tidak sadarkan diri. Ketika tersadar, dia berkata kepadaku, ‘hai Ibrahim, bagaimana pendapatmu dalam masalah ini?’ Saya menjawab, ‘Dalam kondisi ini seperti ini?’ Dia menjawab, ‘Tidak apa-apa, kita terus belajar. Mudah-mudahan ada orang yang terselamatkan karenanya.’ Lalu aku pulang. Ketika aku baru sampai di pintu rumah, aku mendengar tangisan. Ternyata ia telah wafat.”

Syaikh Ibnu Taimiyah selalu menelaah dan memetapi pelajarannya saat beliau sakit atau berpergian. Ibnu Qayyim berkata, Syaikh kami Ibnu Taimiyah pernah menuturkan kepadaku, “Ketika suatu saat aku terserang sakit, maka dokter mengatakan kepadaku,‘Sesungguhnya kesibukan anda menelaah dan memperbincangkan ilmu justru akan menambah parah penyakitmu’. Maka saya katakan kepadanya, ‘Saya tidak mampu bersabar dalam hal itu. Saya ingin menyangkal teori yang engkau miliki. Bukankah jiwa merasa senang dan gembira, maka tabiatnya semakin kuat dan bias mencegah datanya sakit?’ Dokter itu pun menjawab, ‘Benar.’ Lantas saya katakan, ‘Sungguh jiwaku merasa bahagia dengan ilmu, dan tabiatku semakin kuat dengannya. Maka, saya pun mendapatkan ketenangan.’ Lalu dokter itu menmpali, ‘Hal ini diluar model pengobatan kami.’

Mempersingkat waktu makan, serta mengurangi makan agar tidak selalu sering ke WC

Kesungguhan genarasi salafus shalih umat ini dalam memanfaatkan waktu sampai pada tingkat bahwa mereka merasa sayang dengan waktu yang dipakai untuk makan, maka mereka mempersingkat sebisa mungkin.

Dawud At-Tha’i rahimahullah memakan alfatit (roti yang dibasahi dengan air). Dia tidak memakan roti kering (tanpa dibasahi). Pembantunya bertanya, “Apakah anda tidak berhasrat makan roti?” Dawud menjawab, “Saya mendapatkan waktu yang cukup untuk membaca 50 ayat antara memakan roti kering dan basah.” (Sifatus Shafwah, 3/92)

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menceritakan kepada kita, Ibnu Aqil berkata, “Aku menyingkat semaksimal waktu-waktu makan, sehingga aku lebih memilih memakan kue kering yang dicelup ke dalam air (dimakan sambil dibasahi) dari pada memakan roti kering, karena selisih waktu mengunyahnya (waktu dalam mencelup kue dengan air lebih pendek daripada waktu memakan roti keringi) bisa aku gunakan untuk membaca dan menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui.” (Dia melakukan hal itu supaya bisa memanfaatkan waktu lebih). (Dzailut Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab,1/177)

Asy-Syamsul Ashbahani, (674H—749 H), seorang tokoh mahzab Syafii, pakar fiqih dan tafsir. Apa yang diceritakan tentang beliau menunjukkan antusiasnya terhadap ilmu dan ‘pelitnya’ beliau untuk menyia-nyiakan waktu. Sebagian sahabatnya pernah menuturkan bahwa beliau sangat mengindari makan yang banyak, yang tentunya akan butuh banyak minum, dan selanjutnya butuh waktu masuk WC. Sehingga waktu pun banyak terbuang. Lihatlah! bagaimana mahalnya waktu dalam pandangan imam yang mulia ini. Dan tidaklah waktu itu mahal bagi beliau melainkan karena betapa sangat mahalnya ilmu tersebut.

Memanfaatkan waktu perjalanan dengan membaca buku, berzikir, menuntut ilmu, bahkan menyampaikan hadist

Said bin Jabir berkata, “Saya pernah bersama Ibnu Abbas berjalan disalah satu jalan di Mekah malam hari. Dia mengajari saya beberapa hadis dan saya menulisnya diatas kendaraan dan paginya saya menulisnya kembali diatas kertas.” (Sunan Ad-Darimi, Imam Ad-Darimi, 1/105)

Tentang Al-Fath bin Khaqan, beliau membawa kitab dalam kantong bajunya. Apabila beliau bangun dari tempat duduknya untuk shalat atau buang air kecil atau untuk keperluan lainnya, beliau membaca kitabnya hingga sampai ke tempat ingin dia tuju. Beliau juga melakukan hal tersebut ketika kembali dari keperluanya. (Taqyiidul ‘Ilm, Al Khatib Al-Baghdadi)

Imam An-Nawawi tidak pernah menyia-nyiakan waktunya, baik di waktu siang atau pun malam, kecuali menyibukkan dirinya dengan ilmu. Hingga ketika beliau berjalan di jalanan, beliau mengulang-ngulang ilmu yang telah dihafalnya, atau membaca buku yang telah ditelaahnya sambil berjalan. Beliau melakukan itu selama enam tahun. (Tadzkiratul Huffaz, Adz-Dzahabi, 4/1472)

Ibnu Khayyath An-Nahwi, wafat tahun 320 H. Konon, beliau belajar di sepanjang waktu, hingga saat beliau sedang berada di jalanan. Sehingga terkadang, beliau terjatuh ke seleokan, atau tertabrak binatang. (Al-Hatstsu ‘ala Thalabil ‘Ilm wal ijtihad fi jam’ihi, Abu Hilal Askari, hal. 77)

Memanfaatkan waktu-waktu makan, saat istirahat, bahkan saat di Kamar kecil (WC) sekalipun untuk membaca atau mendengar ilmu

Ahmad bi Ali berkata kepada Abdur Rahman bin Abu Hatim Ar-Razi rahimahullah, “Apa penyebabnya Anda banyak mendengar hadis dari bapakmu? Dan Anda banyak bertanya kepadanya?” Dia menjawab, mungkin karena ketika dia makan, saya belajar hadis kepadanya. Ketika berjalan, saya belajar kepadanya. Ketika dia buang hajat, saya belajar kepadanya dan ketika dia masuk rumah untuk mencari sesuatu, saya belajar kepadanya.” (Siyar A’lamin Nubala, Imam Adz-Dzahabi,13/50)

Simaklah cerita Ibnu Aqil Hambli rahimahullah tentang bagaimana ia menjaga waktunya, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, sehingga apabila lisanku telah lelah membaca dan berdiskusi, mataku telah lelah membaca, maka aku menggunakan pikiran aku dalam keadaan beristirahat (berbaring di tempat tidur). Aku tidak akan berdiri, kecuali telah terlintas di benakku apa yang akan aku tulis. Dan aku mendapi kesungguhanku belajar ikmu dalam usia 80 tahun lebih kuat daripada apa yang kudapai ketika aku berumur 20 tahun.” (Al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, Ibnu Jauzi, juz 9)

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Telah memberitahukan kepadaku saudara Syaikh kami, Abdur Rahman bin Abdul halim Bin Taimiyah dari ayahnya berkata, “Adalah kakek (yaitu Majdudin Bin Taimiyah) apabila ia masuk WC, dia berkata kepadaku, “Bacalah buku ini untukku, keraskanlah suaramu sehingga aku mendengarkannya.” Maka Ibnu Rajab mengomentari, “Hal ini menunjukkan akan kuatnya antusias beliau terhadap ilmu, sekaligus semangatnya untuk menggapainya, dan juga penjagaan beliau terhadap waktunya.” (Dzailuth Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab, 2/24)

Ibnu Nafis seorang ulama dan dokter terkemuka yang unggul, ia senantiasa menjaga setiap waktunya dan kesempatannya guna menorehkan ide dan pemikirannya, justru disaat-saat yang paling unik dan asing bagi yang lainnya. Beliau adalah pemuka dan orang yang terkemuka dalam ilmu kedokteran, dan memiliki banyak karya dalam bidang kedokteran. Diceritakan bahwa beliau mencatat sejumlah persoalan kedokteran disela-sela mandinya yaitu mengenai denyut nadi. Beliau lahir di Damaskus tahun 610H, dan wafat di Kairo pada tahun 687H. (Raudharul Jannat, Al-Khawanisari)

Melakukan dua aktivitas yang berbarengan sekaligus, untuk mengoptimalkan waktu-waktu yang tersedia

Sungguh Ulama salaf sangat berhati-hati sekali menjaga waktunya, mereka tidak akan membiarkan waktunya terbuang percuma dan berlalau sia-sia. Mereka cerdas dalam melakukan optimalisasi waktu. Meraka mampu merangkum dua kegiatan sekaligus dalam waktu yang berbarengan. Seperti yang telah disebutkan di atas, mereka berlajar sambil jalan, mendengarkan ilmu ketika di WC, memecahkan persoalan yang rumit disela-sela mandinya, membaca buku saat makan, berlajar disela-sela kesibukan dagang, memikirkan ide dan gagasan ilmu disaat berbaring di atas kasur, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang mengagumkan tentang potret ulama salah dalam optimaliasisi waktu. Bahkan tetap memanfaatkan waktu, ketika memenuhi kewajiban mengadiri undangan, menerima tamu.

Ibnu Jauzi tetap bekerja tanpa meninggalkan berbicara saat dikunjungi tamu. Beliau menuturkan sendiri tentang bagaimana beliau memanfaatkan waktunya, “Saat saya menyadari bahwa waktu adalah sesuatu yang paling berharga, maka sudah menjadi kewajiban memanfatkan waktu tersebut untuk berbuat kebajikan. Maka saya tidak menyukai kebiasaan tersebut (maksudnya kebiasaan bertamu yang tidak membawa manfaat yang banyak terjadi didalamnya obrolan tak tentu arah, duduk berlama-lama), dan tidak suka berlama-lama dengan mereka, karena dua hal. Kalau saya menyalahkan mereka, maka akan terjadi kekurangakraban karena tindakan itu berarti memutus pertalian hati. Kalau saya mengikuti mereka, maka waktu terbuang sia-sia. Akhirnya saya berusaha mengindari pertemuan sebisa mungkin. Kalau saya kalah, maka saya cukup berbicara sedikit saja agar cepat berpisah. Kemudian saya sengaja menyiapkan berbagai pekerjaan sambil terus berbicara pada saat berjumpa dengan mereka, agar waktu tak terbuang sia-sia. Untuk menyiapkan pertemuan dengan mereka, saya sengaja memotong-motong kertas, meraut pensil, mengikat buku-buku. Karena semua itu adalah aktivitas yang memang harus dilakukan, tanpa harus berpikir dan berkosentrasi. Maka, semua pekerjaan itu saya siapkan untuk saat pertemuan dengan mereka, agar waktu saya tidak terbuang secara sia-sia.” (Saidul Khatir, Ibnu Jauzi)

Imam Sulaim Ar-Razi, ia wafat pada tahun 447 H. Beliau amat militan dalam menjaga sifat waranya. Beliau selalu melakukan introspeksi dalam soal waktu. Beliau tidak pernah membiarkan waktu berlalu tanpa manfaat, dengan terus menulis, mengajar, membaca tau menyalin ilmu dalam jumlah banyak. Abu faraj menuturkan, “Al-mualli bin hasan pernah menceritakan kepadaku bahwa ia melihat Sulaim Ar-Razi sedang memegang pena yang matanya sudah habis. Ia memotong kayu diujung penanya, sambil bibirnya bergerak-gerak. Al-Mu’amil akhirnya tahu, bahwa ia membaca sesuatu sambil memperbaiki penanya, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia”. Yakni, saat kedua tangannya bekerja, beliau menggerak-gerakkan bibirnya untuk berzikir, agar tidak ada waktu berlalu sia-sia, tanpa melakukan ibadah kepada Allah. (Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Wustha, Tajuddin As-Subki)

Ada ulama yang mensayatkan kepada orang yang mengundangnya ke acara walimahan agar disediakan baginya tempat yang agak lapang, guna meletakkan bukunya, yang akan beliau baca disela-sela mengadiri pesta tersebut. Kalau tidak ada, maka beliau lebih memilih tidak mengadiri acara tersebut.

Mengurangi tidur, dan mengisi malamnya dengan menuntut ilmu dan ibadah

Sebagian besar manusia waktu malamnya dimanfaatkan untuk tidur, jika pun tidak digunakan untuk tidur, mereka menggunakannya bergadang untuk hal-hal yang sepele, yang tidak membawa manfaat uyntuk dunia dan akhiratnya. Namun tidak bagi generasi salafus shaleh umat ini mereka menyadari kemulian zaman, mereka tahu akan hakekat waktu, waktu cepat berlalu, kalau berlalu tidak akan bisa kembali lagi. Mereka menyadari bahwa umur itu singkat, waktu boleh sama tapi prestasi harus beda. Tidak ada jalan lain bagi mereka selain mengurangi tidur mereka.

Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani tidak tidur malam kecuali sangat sedekit sekali. Beliau adalah seorang imam ahli fikih, ahli ijtihad dan ahli hadis. Beliau lahir tahun 132H, dan wafat 189H. Konon beliau sering tidak tidur malam. Beliau biasanya meletakkan beberapa jenis buku disisinya. Bila bosan membaca satu buku, beliau akan menelaah yang lain. Beliau menghilangkan rasa kantuk dengan air, sembari berujar, “Sesungguhnya tidur berasal dari panas”. (Miftahus Sa’adah wa Misbahus Siyadah, I:23)

Gurunya Imam An-Nawawi berkata tentang Al-Hafizh Al-Mundziri, “Saya belum pernah melihat dan mendengar seorang pun yang paling bersungguh-sungguh dalam menyibukkan diri dengan ilmu selain dirinya. Ia senantiasa sibuk di waktu malam dan siang hari. Saya pernah berdampingan dengannya di sebuah madrasah di Kairo. Selama 12 tahun, rumahku berada di atas rumahnya. Selama itu pula saya belum pernah bangun malam pada setiap jammya, melainkan cahaya lampu senantiasa menyala di rumahnya, sedangkan ia hanyut dalam ilmu. Bahkan ketika makan pun ia sibuk dengan ilmu.” (Bustanul Arifin, Imam Nawawi)

Imam An-Nawawi sorang imam yang terkemuka, Syaikhul Islam, dan banyak menghasilkan karya tulis. Beliau datang ke Damaskus pada tahun 649H dan menetap disana yaitu di Madrasah Ar-Rawahiyah. Beliau berkata tentang diri beliau, “Saya menetap disana selama dua tahun. Selama itu, saya nyaris tidak pernah tidur.” Beliau berhasil menghafal kitab At-Tanbih selama 4,5 bulan dan membaca seperempat kitab Al-Muhazzab dengan hafala.” (Tadzkiratul Huffaz, Adz-Dzahabi)

Inilah keadaan orang-orang shaleh dan kisah-kisah mereka, beginilah seharusnya kita memanfaatkan setiap detik waktu kita. Lalu bagaimana dengan kita? Saudaraku, mereka beruntung sementara engkau terlelap. Mereka meraih kemenangan, sementara engkau meraih tangan kosong. Maka segera kita manfaatkan detik-detik umur kita, tekadkan dalam hati bahwa hari ini kita akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memandang setiap kesempatan adalah penting. Mari persembahkan karya yang paling baik dan bermanfat, di usia kita yang pendek ini.

Diselesaikan Magrib, 1 Muharram 1431H / 17 Desember 2009

Ahmad Bin Ismail Khan
ahmad16_ftua@yahoo.com

Bacaan Referensi:

  1. Qimatuz Zaman ‘indal ‘Ulama, SyaikhAbdul Fatah.
  2. Khams Wa ‘Isyrun Wa Mi’ah Li Hifdzil Waqti, Abul Qa’qa Muhammad Bin Shalih.
  3. Beberapa artikel dari internet yang berhubungan dengan menjaga waktu.

Jam yang anda pakai adalah ciri kepribadian anda

June 27th, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

Saat ini arloji tidak lagi sekedar sebagai penanda waktu, tetapi sudah menjadi gaya hidup yang unik bagi masing-masing pribadi seseorang. Your Watch  is Your Personality, bisa jadi ini adalah kalimat yang tepat menggambarkan pergeseran peran arloji saat ini.

Penunjuk waktu ada beberapa model yaitu Jam Tangan (arloji), Jam Poket, Jam Dinding, dan Jam Meja.

    Jenis Jam di lihat dari mesin nya terbagi menjadi 3 yaitu Elektronik, Mekanik, dan Kinetik.

    1. Jam Elektronik terbagi dua yaitu:

    a. Elektronik Digital,

    Yaitu jam yang tampilannya menggunakan angka digit atau tampilan analog seperti menggunakan jarum yg berputar (Jarum Panjang sebagai penunjuk menit, jarum pendek sebagai penunjuk Jam, dan jarum panjang halus sebagai penunjuk detik) dalam layar LCD (Liquid Crystall Display), menggunakan battere sebagai sumber tenaga listrik, ada juga yg menggunakan tenaga matahari atau solar cell sebagai sumber listrik jam digital ini. Kelebihannya Jam digital ini adalah Akurat, praktis dan simple. Kelemahannya bila battere yang habis harus di ganti, jam ini di dukung oleh komponen elektronik yang terintegrasi dan full komponen elektronik tidak ada unsur mekanik dalam jam jenis ini, apabila rusak komponen elektroniknya tidak dapat di perbaiki.

    b. Elektronik Analog,

    Yaitu jam yang tampilannya menggunakan jarum yang berputar (Jarum Panjang sebagai penunjuk menit, jarum pendek sebagai penunjuk Jam, dan jarum panjang halus sebagai penunjuk detik) menggunakan penggerak mekanik, sumber penggerak mekanik ini menggunakan battere. Jam jenis ini kebanyakan menggunakan teknologi Quartz yaitu sebagai sumber tenaga dan pembangkit sinyal (Oscillator)  untuk menggerakkan mekanik yang stabil di jam jenis ini. Kelebihannya Akurat, kelemahannya bila battere yang habis harus di ganti, jam ini gabungan komponen elektronik dan komponen mekanik.

      2.   Jam Mekanik terbagi dua kembali  juga yaitu:

      a. Mekanik Manual,

      Yaitu jam yang tampilannya menggunakan jarum yang berputar dengan kata lain analog (Jarum panjang sebagai penunjuk menit, jarum pendek sebagai penunjuk Jam, dan jarum panjang halus sebagai penunjuk detik) dan menggunakan penggerak mekanik, sebagai sumber penggerak mekanik ini adalah per pegas yg harus di putar manual melalui crown (kenop utama). Pada saat memutar crown ini yang perlu diperhatikan adalah putaran crown jangan sampai melebihi torsi maksimum per movement. Pemutaran crown yang melebihi kekuatan maksimum akan dapat menyebabkan kerusakan pada movement (per patah dll). Berhentilah memutar crown saat dirasakan putaran crown sudah mulai berat. Hal ini menunjukkan bahwa per movement sudah hampir mencapai putaran maksimum. Disarankan melakukan aktifitas ini pada pagi hari sebelum anda melakukan aktifitas karena dengan demikian aktifitas anda tidak akan terganggu karena harus memutar jam.

      Teiwe Premiere

        b. Mekanik Automatik,

        Yaitu jam yang tampilannya menggunakan jarum yang berputar dengan kata lain analog (Jarum Panjang sebagai penunjuk menit, jarum pendek sebagai penunjuk Jam, dan jarum panjang halus sebagai penunjuk detik). tenaga untuk menggerakkan jam akan terisi secara otomatis saat pengguna bergerak saat mengenakan jam. Gerakan jam membuat bandul automatic di dalam jam berputar dan mengisi tenaga untuk bergerak. Apabila anda tidak menggunakan jam dalam waktu lebih dari 40 jam, kemungkinan jam anda akan mati karena tenaga yang tersimpan sudah habis. Untuk tetap membuat jam itu berfungsi meskipun tidak digunakan, anda dapat memutar crown secara manual untuk mengisi tenaga jam itu kembali atau meletakkannya dalam sebuah watch winder (alat pemutar jam). Beberapa arloji automatic tidak memiliki kemampuan untuk diisi tenaga secara manual (seperti arloji buatan Jepang pada umumnya), sehingga untuk ‘memanaskan’ mesti harus digoyang-goyang.  Jam tangan mekanik ini tidak memerlukan baterai untuk sumber penggerak jam tersebut. Saat jam tersebut dikenakan, setiap gerakan si pemakai akan menggerakkan sebuah komponen bernama rotor (bentuknya seperti piringan) yang selalu berputar pada sumbuk aksis. Rotor tersebut akan menghasilkan energy yang kemudian disalurkan pada per untuk menyimpan tenaga, sehingga jam tangan tersebut akan selalu bekerja selama masih dikenakan. Apabila jam tangan automatic dilepas, jam ini masih tetap hidup sampai tenaga yang disimpan pada per tadi habis.

        Seiko 5 Sport Automatic 23 jewels

          3. Jam Kinetik

          Adalah jenis jam yang menggabungkan teknik mekanik automatik dan elektronik yaitu dengan menggunakan komponen elektronika yang di sebut Electrolit Condensator (Capacitor) atau di singkat ElCo yang berfungsi sebagai penyimpan listrik yang di hasil kan oleh gerakan ‘oscillating weights’ yang berputar. Oscillating weights adalah sebuah piringan metal berat yang berputar bebas ke dua arah. Pergerakan ini kemudian menghasilkan muatan magnet, kemudian medan magnet berputar melalui kumparan kabel, yang merangsang arus listrik pada kabel. Agar arus tidak mengalir kembali dan menghilangkan arus yang dihasilkan, ‘oscillating weights’ diletakkan tidak ditengah, sehingga arus selalu kearah yang diinginkan, membuat kumpulan energi positif dan mengisi batere. Tampilan jam ini rata2 analog menggunakan jarum yang berputar dengan kata lain analog (Jarum Panjang sebagai penunjuk menit, jarum pendek sebagai penunjuk Jam, dan jarum panjang halus sebagai penunjuk detik).

              Jenis Jam di lihat dari Fungsi dan Kebutuhan:

              Chronomatic Watches

              Ini adalah desain Chrono-matic dengan layar 24-jam asli, merek khas yang berasal dari pengalamannya dalam ruang eksplorasi pada awal 1960-an. Pada model ini, jam tangan berkisar pada dial dalam 24 jam, bukan 12 jam seperti yang terlihat pada layar jam tangan tradisional. 24 jam Chrono-Matic juga dilengkapi dengan mekanisme Flyback. Fungsi tambahan ini berfungsi untuk memulai operasi waktu berturut-turut tanpa perlu berhenti, reset dan restart chronograph tersebut.

              Konfigurasi dial, dengan subdials pada jam 3 dan 9 dan kalender pada 06:00, masih sama dengan yang aslinya. Diatur oleh kepedulian yang sama untuk keaslian, yang Chrono-Matic membawa tanda tangan Breitling atasnya dengan B awal, simbol merek era tersebut. The-Chrono matic juga memiliki Bingkai slide-aturan, yang mengendarai sayap dan punjung yang bekerja pada panel batin. The Chrono-Matic ini didukung oleh 38-permata Breitling Kaliber 22LC, resmi kronometer-bersertifikat oleh COSC, seperti semua gerakan mengemudi Breitling instrumen pergelangan tangan.

              Produksi Chrono-matic ini dibatasi sampai 1000 unit. 250 unit juga diproduksi di sebuah emas meningkat cepat 12Hour.

              Specifications

              Model: Chrono-Matic LE 24H
              Production Years: 2006
              Gender: Mens
              Case Materials Available: Steel
              Movement: Breitling 22LC
              Power Reserve: 42 Hours
              Water Resistance: 30m
              Bezel: Bidirectional
              Crown: Push-Down
              Crystal: Sapphire
              Diameter: 44mm
              Thickness: 13.6mm
              Weight: 98.7g
              Bracelet: Navitimer
              Lug Width: 22mm
              Watchwinder Direction: Both
              Reference Numbers: a22360

                  Chronograph Watches

                  Jam Chronograph adalah Jam tangan yang sering digunakan untuk mengukur waktu dalam acara perlombaan (Stopwatch) dan bisa juga berfungsi sebagai melihat kondisi malam atau siang hari, Moonphase.  Jam jenis kebanyakan menggunakan battere masuk dalam jenis Jam elektronik. Umumnya jam tangan chorongraph mekanik memiliki tiga tombol di bagian samping kanan. Tombol paling atas digunakan untuk mengukur detik yang dapat mengukur kecepatan sampai 1/100 (seperseratus) detik. Kemudian tombol tengah berfungsi untuk menyetel jam dan menit, sama seperti fungsi pada jam tangan biasa. Sedangkan tombol paling bawah berfungsi untuk menghentikan detik yang dinyalakan oleh tombol atas dan mebailkkannya ke posisi semula, yaitu di angka 12.

                    Chronometer Watches

                    Jam Chronometer adalah Jam tangan yang dapat digunakan pula untuk mengukur arah kompas, ketinggian (Longitude), Lintang (altitude), dan Bujur (Latitude) sama seperti halnya GPS (Global Positioning System) juga dapat mengukur suhu (Temperature).  Jam jenis ini  menggunakan mesin elektronik dan tampilan digital.

                      Sport Watches

                      Jam tangan sport biasanya dirancang untuk keperluan berbeda-beda. Misalnya jenis diver yang dirancang khusus untuk digunakan oleh penyelam.  Atau jam tangan untuk pilot yang memiliki penunjuk waktu untuk banyak negara.

                      Scuba Watches

                      Pilot WristWatches

                        Luxury Watches

                        Adalah Jam Tangan eksklusif yang dibuat dengan material berkualitas tinggi seperti emas, platinum, berlian, dan batu berharga lainnya. Untuk mengimbangi tampilan luar, biasanya jam tangan ini juga menggunakan mesin yang rumit dengan ratusan sparepart kecil (contohnya: mesin tourbillon) agar dapat memuaskan konsumennya yang merupakan golongan menengah ke atas.

                          Analog-Digital Watches

                          Jam Analog-Digital (Ana-Dig) adalah jam tangan elektronik yang menggunakan 2 tampilan sekaligus yaitu menggunakan putaran jarum jam dan angka digital.

                            Water Resistant Watches

                            Jam tangan tahan air adalah jam tangan yang tahan terhadap cipratan air maupun berada di dalam air.  Karena kadang jam juga sering dalam kondisi basah, dibawa saat berenang, atau tidak sengaja masuk kedalam air, kena hujan, kabut atau embun.

                            Jam tangan yang berinformasi  3 ATM berarti tahan air sampai kedalaman kurang lebih 30 meter.  Karena ATM singkatan dari Aqua Thermo Metrik adalah tekanan dalam air yang dalam ilmu fisika dinominasikan sbg bar, 1 ATM = 10 meter.

                                Jam Digital Trend Generasi Saat ini

                                Saat ini ada banyak jenis jam digital yang bisa menjadi bermacam-macam fungsi selain fungsi jam, yaitu ada sebagai GPS, music player, perekam suara, perekam gambar, memainkan gambar, sebagai foto camera, penyimpan data, sebagai telpon wireless , dan internet-an.

                                Jam dengan GPS

                                Jam dengan  music player & recording

                                Jam dengan  Camera player & Recording

                                Jam dengan fungsi penyimpanan data via  USB Flash Disk storage

                                Jam dengan fungsi layar sentuh

                                Jam Multimedia

                                Jam Multimedia dan layar sentuh

                                Jam dengan fungsi telepon

                                Jam dengan fungsi handphone

                                Jam dengan layar sentuh, multimedia, dan fungsi telpon.

                                    Tips Merawat Jam Tangan

                                    Jam Tangan, sebuah aksesoris yang biasa digunakan oleh Pria dan Wanita. Berbeda dengan saya yang nggak pernah menggunakan Jam Tangan, buat apa jam yang ada diblogger kalau masih pakai jam tangan he he he, atau buat apa Handphone ada jam-nya kalau masih pakai jam tangan.

                                    Berikut ini saya sampaikan tips merawat jam tangan bagi Anda pemakai jam tangan.

                                    1. Usahakan jamtangan selalu kering. Meski memiliki teknologi waterproof dan stainless stell, air yang terus menerus dibiarkan membasahi jam tangan akan memiliki efek merusak, bahkan mampu menimbulkan karat.
                                    2. Jangan dikenakan pada saat melakukan aktifitas berat. Hal ini akan menghindari resiko terpapar oleh panas, goncangan, cairan kimia maupun kerusakan mekanis.
                                    3. Bersihkan dengan sabun lunak yang tidak reaktif. Khusus bahan kulit, kristal atau berlian cukup gunakan kain kering dan bersih. Sabun digunakan dengan konsentrasi rendah, serta jumlah yang seminimal mungkin.
                                    4. Juka terjadi kerusaakan sebaiknya dibawa pada layanan servis sesuai merk jam tangan anda.

                                      Tips Beli Jam Tangan

                                      Bagi seorang pemula dalam mengoleksi arloji kuno biasanya masih emosional (lha wong yang lama juga kadang begitu) dan biasanya kalau dibarengi dengan keadaan finansial yang baik, semua jenis jam tangan akan dibeli asal kuno tanpa memperhitungkan hal-hal lain. Dan biasanya setelah membeli lama-kelamaan dia lihat bahwa jam rolex antik yang dibeli ternyata tidak sreg atau tidak bisa dinikmati. Untuk menghindari hal-hal semacam itu, 2 orang member milist arloji antik yaitu Bang Marga dan Wiyono memiliki beberapa tip yang mungkin bisa berguna.

                                      1. Pertama-tama kita membeli yang kita suka. Selera adalah nomor satu. Apapun merknya, kalau sudah senang apa mau dikata? Tetapi jangan kaget kalau selera Anda berubah dari waktu ke waktu. Sekarang senang model A, besok bosan pengen model B, minggu depan pengen model A lagi, dst. Seorang rekan memiliki jam tangan antik ratusan dari berbagai merek dan rentang harga yang jauh karena memang dasar pembelian adalah rasa suka.

                                      2. Kedua perhatikan kondisi. Usahakan beli yang seorisinil mungkin pada toko jam. Kalaupun ada yang tidak orisinil, hendaknya bagian-bagian yang masih bisa ditoleransi, misalnya kaca jam rolex dan putaran (crown). Ada orang yang mempermasalahkan plat grafir (redial atau refinish) ada yang tidak. Ada juga orang yang mengutamakan keotentikan sehingga plat kotorpun asal itu karena faktor usia akan lebih bagus bila dipertahankan.

                                      3. Usahakan membeli yang seluruhnya masih berjalan normal. Perhatikan kondisi mesin, ketepatan, bunyi detik dsb. Dari bunyi saja kita bisa tahu kondisi mesin. Kalau masalah kelambatan atau kecepatan jarum jam berjalan juga harus bisa ditoleransi misalnya tidak boleh lebih dari 5 menit. carilah pada toko jam tangan antik yang sudah berpengalaman dan professional.

                                      4. Pertimbangan lain, beli tipe-tipe yang memang collectors’ item cth jam tangan rolex. Selain mudah menjualnya kembali (jika terpaksa), jenis-jenis tertentu mengundang kebanggaan tersendiri dan value-nya seringkali meningkat dari waktu ke waktu. Misalnya Omega NASA, Seiko first diver 6217, Rolex Explorer pertama dsb

                                      5. Pertimbangan lain, harga. Paling baik membeli di bawah harga standar, berarti kita harus tahu lebih dulu ancar-ancar harga standar carilah di toko jam tangan antik. Kalaupun di atas harga standar, harus ada alasannya, misalnya barang benar-benar kondisi istimewa, benar-benar langka, atau benar-benar suka (beli seneng).  Mengenai harga dibawah harga standar ini juga kita harus jelas, standar siapa yang kita pakai. kalau standar yang kita pakai standar harga beli pedagang, wah kita nggak bakalan bisa dapat barang. Kecuali kita punya akses langsung ke sumber barangnya para pedagang atau toko jam tangan.

                                      6. Dalam koleksi sebaiknya ada ‘tema’nya. Misalnya koleksi sport merek tertentu, koleksi khusus diver, koleksi dari era tahun tertentu saja, dsb. Dengan begitu kita punya banyak ‘cerita’ dan punya kekhasan dalam koleksi kita. Selain juga merupakan cara untuk mengerem kita supaya tidak gelap mata dalam membeli semua jam asal antik cth jam tangan rolex dan lainya.

                                        Menggunakan Tachymeter

                                        Jika Anda membeli jam tangan, dan di lingkaran luarnya terlihat banyak angka-angka yang menunjukkan suatu skala, atau malah ada tulisan kecil tachymeter,tachymetre, atau tacheometer, maka Anda bisa melakukan pengukuran cepat terhadap kecepatan rata-rata atau memperkirakan jumlah benda yang melintas dalam satu jam tertentu.

                                        Tachymeter

                                        Sayangnya, kebanyakan manual yang menyertai jam tangan berfasilitas tachymeter tidak memberikan penjelasan yang memadai (atau malah tidak ada sama sekali petunjuk tentang keberadaan tachymeter ini). Untungnya, kebanyakan manual untuk jam yang beredar saat ini sudah menyertakan penjelasan tentang tachymeter ini.

                                        Bagaimana menggunakannya ? Ambil contoh untuk mengukur kecepatan suatu mobil. Jalankan stopwatch atau chronograph ketika mobil melewati suatu “garis start” (garis start disini bisa berupa apa saja). Ketika sudah melintasi jarak 1 km atau “garis finish” (sekali lagi, garis finish hanya merupakan pembatas akhir pengukuran), stop stopwatch tersebut. Lihat pembacaan jarum stopwatch yang menunjuk ke skala tachymeter.

                                        Lalu lihat jarum stopwatch tersebut, ambil contoh stopwatch berhenti di 30 detik. Lihat pembacaan di skala tachymeter. Pembacaan menunjukkan angka 120. Artinya kecepatan rata-rata mobil tersebut adalah 120 km/jam.

                                        Ambil contoh lain, kita akan mengukur kecepatan rata-rata seorang pelari jarak pendek 100 m. Ketika mulai berlari, jalankan stopwatch. Ketika sudah melintasi garis finish, hentikan stopwatch. Misalkan waktu yang dihabiskan untuk berlari 100 m adalah 10 detik. Lihat pembacaan di skala tachymeter yang menunjukkan angka 400, berarti si pelari berlari dengan kecepatan 400 km/jam ? Tunggu dulu, kenyataannya si pelari hanya berlari 100 m atau 1/10 km. Angka 400 perlu dibagi dengan 10 untuk mendapatkan kecepatan rata-rata 40 km/jam.

                                        Tachymeter hanya berfungsi dengan baik ketika waktu tempuh diatas 7,2 detik tetapi dibawah 60 detik. Jika lebih dari 1 menit, ikuti saja trik diatas, perkecil pengukuran dalam beberapa ratus meter misalnya, jangan lupa dibagi dulu agar pembacaannya mendekati akurat.

                                        Bagaimana jika objek bergerak sangat cepat, roket misalnya ? Coba saja ukur dengan waktu yang sedikit lebih lama, diatas 7,2 detik. Misal saja dalam pengukuran didapat angka 25 detik (skala tachymeter adalah 140), tetapi kita bisa menebak bahwa jarak yang ditempuh adalah 5 km. Tinggal kalikan saja angka 140 dengan 5, artinya kecepatan rata-rata adalah 700 km/jam.

                                        Aplikasi lainnya, bisa saja untuk mengukur unit yang diproduksi dalam satu jam. Misal kita akan mengukur berapa banyak suatu barang diproduksi dalam satu jam. Jalankan stopwatch, dan anggaplah setelah 10 unit kita menghentikan pengukuran dan jarum stopwatch menunjukkan angka 45 detik. Skala tachymeter menunjukkan angka 80.

                                        Kalikan saja angka 80 dengan 10 untuk mendapatkan angka 800 unit yang diproduksi tiap jamnya. Itulah sedikit contoh pengukuran dengan tachymeter. Tachymeter dirancang independen terhadap satuan (kilometer per jam, mil per jam, atau bahkan unit diproduksi per jam).

                                        Gampangnya, tachymeter mengubah waktu tempuh dalam detik per X ke X per jamnya.

                                            Arloji (merujuk istilah untuk jam tangan) menurut versi sejarah barat mulai dikembangkan pada tahun 1600an yang merupakan pengembangan jam berpenggerak per/pegas pada tahun 1400an. Timeline untuk perkembangan arloji adalah sebagai berikut :

                                            • 1500-an (german); Peter henlein membua arloji saku pertamakali.
                                            • 1485; Leonardo d Vinci membuat sketsa penggerak jam
                                            • Awal 1600-an; Arloji makin digemari, modelnya dibentuk seperti hewan atau objek lain. Tema-tema religi adalah tema yang paling populer.
                                            • 1635; penggerak arloji diadaptasi dari jam ke arloji
                                            • 1659 – 1675; Christian Huygens menemukan “Remontoire”
                                            • 1687; Daniel Quare mematenkan mekanisme pengeluangan yang menggunakan bel untuk setiap 1/4 jam dan 1 jam.
                                            • 1750; pembuat arloji mulai menggunakan lapisan pada permukaan arloji
                                            • 1775; Abraham Lous Breguet membangun Toko pembuat jam di Paris – Prancis
                                            • 1791; J.F. Bautte membangung perusahaan arloji yang nantinya menjadi cikal bakal Girard-Perragaux
                                            • 1807; Thomas Young menemukan perekam chronograph
                                            • 1809; Luther Goddard of Shrewsbury, Massachusetts merupakan manufaktur arloji pertama di Amerika
                                            • 1820; Thomas Prest mematenkan arloji penggerak otomatiknya
                                            • 1833 Antoine LeCoultre memulai bisnis pembuatan arlojinya yang nantinya berkembang menjadi Jaeger-LeCoultre
                                            • 1837; Toko Tiffany untuk pertamakalinya dibuka.
                                            • 1843; Adrien Philippe mengembangkan arloji dengan penggerak dan pengatur melalui “crown”
                                            • 1844; Fungsi Mulai, Berhenti dan reset Chronograph ditemukan oleh Adolph Nicole
                                            • 1844; Antoine LeCoultre menemukan millionometre
                                            • 1848; Louis Brandt membuka bengkel arlojinya di La Chaux-de-Fonds yang nantinya berkembang menjadi perusahaan arloji Omega
                                            • 1853; Tissot membuat arloji dua zona waktu yang pertama
                                            • 1858; Minerva di dirikan.
                                            • 1860; Heuer di dirikan.
                                            • 1865; Zenith di dirikan
                                            • 1881; Movado di dirikan
                                            • 1884; Grenwich, Ingris dinyatakan sebagai titik nol meridian dan digunakan sebagai basis zona waktu dunia
                                            • 1886; Geneva Seal dikembangkan
                                            • 1894; Universal Geneve dikembangkan
                                            • 1905; Hans Wilsdorf memulai perusahaan arloji Rolex
                                            • 1914; Eterna memperkenalkan arloji pertama dengan alarm
                                            • 1918; Jepang: Perusahaan arloji Shakosha dibuka yang nantinya berkembang menjadi Citizen di tahun 1931
                                            • 1923; John Harwood adalah yang pertama kali memproduksi massal arloji penggerak otomatik
                                            • 1924; Tokyo: Merek Seiko di perkenalkan oleh Kinttaro Hattori
                                            • 1926; Rolex memperkenalkan casing tahan air untuk pertama kalinya yang dikenal dengan “Oyster”
                                            • 1929; Arloji pertama yang anti magnet dibuat oleh Tissot
                                            • 1933; Ingersoll memperkenalkan arloji mickey mouse
                                            • 1956; Rolex memperkenalkan arloji pertama yang menampilkan hari dan tanggal
                                            • 1957; Hamilton memperkenalkan arloji pertama yang menggunakan tenaga batterai
                                            • 1962; Rado memperkenalkan arloji pertama yang tahan gores dan dikenal dengan “Diastar 1?
                                            • 1962; ETA Swis mengembangkan arloji modern bertanaga batterai
                                            • 1970; Hamilton mengeluarkan “Pulsar”, arloji digital elektronik yang pertama.
                                            • 1972; Longines dan Seiko memperkenalkan LCD (Liquid Crystal Display)
                                            • 1980; Hublot didirikan
                                            • 1983; SMH Swiss memperkenalkan merek Swatch
                                            • 1985; Swiss Heuer Company merger dengan TAG dan berganti nama menjadi TAG Heuer
                                            • 1986; Audemars Piguet memperkenalkan pertama kali penggerak tourbillon
                                            • 1991; Franck Muller didirikan
                                            • 1999; Casio berinovasi dengan arloji dengan GP


                                            Jam Atom

                                            June 25th, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

                                            Jam atom adalah sebuah jenis jam yang menggunakan standar frekuensi resonansi atom sebagai penghitungnya. Jam atom awal adalah maser dengan peralatan lainnya. Standar frekuensi atom terbaik sekarang ini berdasarkan fisika yang lebih maju melibatkan atom dingin dan air mancur atomik.

                                            National Institute of Standards and Technology – NIST (Lembaga Nasional Standar dan Teknologi Amerika Serikat) mempertahankan keakuratan 10-9 detikper hari, dan ketepatan yang sama dengan frekuensi radio pemancar yang memompa maser. Jam ini mempertahankan skala waktu yang stabil dan berkelanjutan, yaitu Waktu Atom Internasional (International Atomic Time) (TAI). Untuk penggunaan masyarakat, skala waktu lainnya digunakan,Coordinated Universal Time (UTC). UTC diturunkan dari TAI, tetapi disinkronisasi dengan lewatnya hari dan malam berdasarkan pengamatan astronomikal.

                                            Jam atom pertama dibuat pada 1949 di National Bureau of Standards A.S. Jam atom pertama yang akurat, berdasarkan transisi dari atom caesium-133, dibuat oleh Louis Essen pada 1955 di National Physical Laboratory di Britania. Hal ini menyebabkan persetujuan internasional yang menjelaskan detik sebagai dasar dari waktu atomik.

                                            Pada Agustus 2004, ilmuwan NIST mempertunjukkan sebuah jam atom skala-chip. Menurut para periset, jam ini seukuran seperseratus dari jam lainnya yang telah ada sebelumnya. Dan mereka menyatakan bahwa jam ini hanya memerlukan 75 milliwatt, membuatnya cocok untuk aplikasi yang menggunakan baterai.

                                            Jam radio modern menggunakan jam atom sebagai referensi, dan menyediakan sebuah cara mendapatkan waktu yang disediakan oleh jam atom berkualitas tinggi di wilayah yang luas dengan menggunakan perlatan yang tidak mahal.

                                            Jam Atom

                                            Cara Kerja

                                            Maser untuk referensi frekuensi menggunakan ruangan (atau chamber) berbinar berisi gas terionisasi, pada umumnya caesium, karena caesium adalahelemen yang digunakan di dalam definisi resmi detik internasional.

                                            Sejak tahun 1967, Sistem Satuan Internasional (SI) telah mendefinisikan detik sebagai 9.192.631.770 getaran dari radiasi yang berhubungan dengan transisi antara dua tingkat energi dari ground state atom Caesium-133. Definisi ini membuat osilator caesium (yang sering disebut jam atom) sebagai standard utama untuk waktu dan pengukuran frekuensi (lihat standard caesium). Kuantitas lain, seperti volt dan meter, berpegang pada definisi detiksebagai bagian dari definisinya.

                                            Isi dari jam atom adalah sebuah microwave cavity (lubang resonansi) yang berisi gas terionisasi, sebuah oscillator microwave tertala (tunable), dan sebuah feedback loop yang digunakan untuk menyetel oscillator ke frekuensi yang paling tepat dari karakteristik absorpsi (penyerapan) yang ditentukan oleh perilaku masing-masing atom.

                                            Sebuah pemancar microwave mengisi ruangan dengan gelombang radio berdiri (standing wave). Saat frekuensi radio bertepatan dengan frekuensi transisi hyperfine dari caesium, atom caesium tersebut menyerap gelombang radio dan selanjutnya memancarkan cahaya. Gelombang radio membuat elektron menjauh dari nukleus. Saat elektron kembali ke dekat nukleus, karena gaya tarik muatan yang berbeda, elektron tersebut bergetar sebelum berdiam diri di tempat yang baru. Perpindahan ini menyebabkan pancaran cahaya, yang sebenarnya adalah getaran listrik dan magnetisme.

                                            Jam atom skala-chip diungkapkan oleh NIST

                                            Sebuah fotosel menerima cahaya tersebut. Saat cahaya itu meredup karena frekuensi rangsangan telah bergeser dari frekuensi resonansi, peralatan elektronik diantara fotosel dan pemancar radio menyetel frekuensi pemancar radio itu.

                                            Proses penyetelan inilah letak sebagin besar kompleksitas sistem ini berada. Penyetelan mencoba untuk menghilangkan efek samping, seperti frekuensi dari transisi elektron yang lain, distorsi dalam medan kuantum dan efek suhu dalam mekanisme tersebut. Sebagai contoh, frekuensi radio itu diubah-ubah secara sinusoida untuk membentuk modulasi sinyal di fotosel. Sinyal dari fotosel kemudian bisa didemodulasi untuk digunakan sebagai kontrol terhadap pergeseran jangka panjang di frekuensi radio. Dengan demikian, sifat-sifat ultra-akurat dari kuantum mekanika dari frekuensi transisi atom caesium bisa digunakan untuk menyetel oscillator microwave ke frekuensi yang sama (kecuali untuk kesalahan eksperimentasi yang kecil). Dalam prakteknya, mekanisme feedback dan pemantauan adalah jauh lebih kompleks dari yang dijelaskan di atas. Saat jam baru dihidupkan, jam tersebut memakan waktu yang lama sebelum bisa dipercaya.

                                            Sejarah ketepatan jam atom NIST.

                                            Sebuah penghitung menghitung jumlah gelombang yang dibuat oleh pemancar radio. Sebuah komputer membaca penghitung, dan menghitungnya untuk merubah angka tersebut kedalam sesuatu yang kelihatannya mirip dengan jam digital atau gelombang radio yang dipancarkan. Tentu saja, yang sebenarnya menjadi jam adalah mekanisme cavity, osilator, dan feedback loop yang menjaga standar frekuensi yang mana menjadi dasar jam tersebut.

                                            Sejumlah metode lain digunakan untuk jam atom untuk keperluan lainnya. Jam Rubidium sangat disuka karena harganya murah, dan ukurannya yang kecil (standard komersial sekecil 400 cm3), dan kestabilitasan jangka pendeknya. Jam-jam ini banyak digunakan dalam aplikasi-aplikasi komersial, portable, dan angkasa luar. Maser hidrogen (sering buatan Rusia) memiliki stabilitas jangka pendek yang tangguh dibandingkan dengan standard lain, namun memiliki kelemahan dalam akurasi jangka panjang.

                                            Sering, satu standar digunakan untuk memperbaiki standard lainnya. Sebagai contoh, sebuah aplikasi komersial menggunakan standar Rubidium yang dipautkan ke sebuah penerima GPS. Sistem ini memiliki ketangguhan akurasi jangka pendek, dengan akurasi jangka panjang setara ke standard nasional waktu Amerika Serikat.

                                            Umur standar adalah sebuah masalah penting. Standard modern Rubidium bisa bertahan lebih dari sepuluh tahun, dan menghabiskan ongkos sekecil US $50. Tabung referensi Caesium sangat cocok untuk standar nasional, saat ini awet sampai tujuh tahun, dan menghabiskan ongkos seharga US $35.000. Standard Hidrogen bisa awet sepanjang umur.

                                            Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jam_atom

                                            Jam Kantung ber-otomatis pertama

                                            June 23rd, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off
                                            Menurut sejarah versi barat, Jam kantung pertama kali diciptakan oleh Peter Henlein di Jerman tahun 1524.
                                            Begitu banyak kekurangan dari jam kantung pertama ini, baik dari sisi berat dan pengoperasiannya yang rumit membuatnya menjadi tidaklah praktis digunakan sebagai jam kantung.
                                            Mesin yang digunakan masih terbuat dari besi biasa, yang dikemudin hari mengalami kemajuan menggunakan kuningan.
                                            Selain itu pada jam kantung pertama ini belum terdapat balance spring dan sangat tidak akurat. Jam ini hanya memiliki satu jarum yaitu jam dan harus diputar dua kali dalam sehari, tetapi disamping semua kekurangan itu, hal ini merupakan sebuah inovasi dan kemajuan yang sangat pesat pada jamannya.
                                            Jam automatis pertama ciptaan Abraham Perrelet 1780

                                            Dikemudian hari penemuan besar di jaman itu adalah per spiral yang bentuknya melingkar seperti obat nyamuk bakar yang memungkinkan penyimpanan energi yang lebih lama untuk menggerakkan jam, yang juga memungkinkan penurunan secara drastis berat dari jam.

                                            Bentuk jam menjadi populer pada tahun 1600-an dengan ada bentuk-bentuk binatang atau objek lain, tetapi tema keagamaan mejadi hal yang populer.
                                            Walaupun mengalami beberapa kemajuan, tetapi jam masih lebih dianggap sebagai perhiasaan pada masa itu.

                                            Tahun 1704 batu rubi untuk pertama kali digunakan dalam mesin jam dalam upaya untuk meningkatkan ketepatan waktunya.

                                            Tahun 1780 enamel (lapisan cat/porselen) digunakan pada plat permukaan tampilan jam (dial) sehingga membuatnya lebih mudah telihat pada kondisi minim cahaya.

                                            Pada tahun 1780 mesin automatis (energi pada per terisi secara otomatis tanpa harus diputar secara manual)diciptakan oleh Abraham Perrelet (merk Perrelet hingga sekarang masih ada) tapi oleh Thomas Prest dipatenkan di tahun 1820.

                                            Pada tahun 1809 di Amerika, produsen jam pertama adalah Luther Goddard of Shrewsbury di Massachussetts.

                                            Tahun 1848 Louis Brand membuka tempak kerja jam pertamanya di La Chaux de Fonds yang dikemudian hari kita kenal sebagai merk Omega.

                                            Tetapi perusahaan-perusahaan jam di Amerikalah yang melakukan produksi secara massal ditahun 1850 seperti Walthan, Elgin dan Hamilton (semua merk ini hingga sekarang masih ada)

                                            Tahun 1900-an kemajuan pesat dalam ilmu per-logam-an berpengaruh terhadap mutu dari balance spring (per rambut) yang merupakan bagian yang sensitif terhadap perubahan temperatur dan posisi yang sangat berpengaruh terhadap ketepatan jam.

                                            Tahun 1905 awal mula Rolex oleh Hans Wilsdorf.

                                            Tahun 1914 dibuat untuk pertama kali jam tangan dengan alarm

                                            Tahun 1924 Seiko berdiri di Tokyo.

                                            Jam (1)

                                            May 27th, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

                                            Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai
                                            “second minute” (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam.
                                            Bagian yang pertama dikenal sebagai “prime minute” (menit perdana)
                                            yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

                                            Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam
                                            dan ada 60 detik di dalam satu menit. Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia,
                                            yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

                                            Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari.
                                            Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

                                            Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM) dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch.

                                            Karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.
                                            Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb’s Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke delapanbelas dan sembilanbelas.

                                            Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960.

                                            Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik.
                                            Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.
                                            Waktu Ephemeris (Ephemeris Time – ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

                                            Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

                                            Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

                                            Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi Yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.

                                            Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

                                            Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat.

                                            Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

                                            Baru lah pada tahun 1950an dilahirkan jam digital,The Hamilton Watch Co of Lancaster, Pennsylvania, adalah perusahaan yang pertama kali membuat jam elektrik/digital.

                                            Hamilton d Lancaster memproduksi jam elektrik pertama di dunia. Jam elektrik Hamilton menetapkan waktu dengan keseimbangan tradisional –mekanisme roda yang telah digunakan dalam bagian jam untuk ratusan tahun dan karenanya tidak lebih akurat dari jam lain. Bagaimanapun, dari pada memberi kekuatan mekanik dari
                                            pegas, sebuah batere digunakan memberi kekuatan pada mekaniknya sehingga kebutuhan putaran tidak lagi diperlukan.

                                            Meskipun orang-orang menyukai fakta bahwa mereka tidak lagi menggunakan putaran pada jam, itu berhenti ketika kontak elektrik menjadi berkarat – dimana terjadi tidak tak lama pada masa hidup jam. Itu menjadikan sakit kepala bagi departemen reparasi Hamilton yang secara terus menerus menghadapinya sampai jam diperbaharui pada tahun 1961.

                                            Accutron oleh BulovaPada seputar waktu itu, Bulove memberikan peningkat besar selanjutnya dalam penentu waktu elektrik dengan jam Accutron mereka pada tahun 1960. Datang dalam format potongan bentuk-U dari campuran nikel yang bergetar sebagai respon arus elektrik dari batere. Getaran ini berfrekuensi lebih tinggi daripada rodagaya tradisional, jadi untuk pertama kalinya perantaraan elektik menjadi gagasan yang rapi dimana memberi kekuatan pada jam dengan menawarkan akurasi yang lebih baik pula. Accutron juga mengerjakan lebih jauh masalah kontak elektrik dengan memperkenalkan transistor, memberikan jam waktu kerja yang lama tanpa harus memakainya. Jam ini juga terkait erat dengan program angkasa AS yang menggunakannya pada pesawat angakasa Mercury dan Apollo yang digunakan NASA untuk ke bulan. Menghaluskan pergerakan JamInovasi SwissBagaimanapun, kesuksesan Bulova
                                            menakutkan para pembuat jam Swiss, yang melihat tantangan potensial bagi dominasi mereka dalam hal kualitas alat pewaktu. Bereka bersatu untuk membiayai penelitian lab CEH(Center Electonique Horloger). CEH mentargetkan penelitian mereka untuk menemukan oslilator yang lebih akurat daripada sepatukuda nikel.

                                            Pergerakan kwarsa telah digunakan pertama kali dalam jam pada tahun 1930an; sampai awal 60an mereka bahkan telah menggunakannya pada chronometer angkatan laut (walaupun tidak dapat disangkal dengan akurasi yang tidak dapat diprediksi). CEH menetapkan tentang peningkatan akurasi dan sampai pertengahan 60-an Longines dan Bernard Golary telah membuat sebuah jam saku yang mempunyai akurasi sampai 0.01 detik sehari.

                                            Pada tahun 1967, CEH memproduksi jam tangan dengan pergerakan kwarsa pertama. Dalam
                                            hal untuk peningkatan dalam mikroelektronik, pengintegrasian rangkaian elektronik telah meningkat yang menjadikannya lebih hemat energi, menjadikannya dapat diminaturisasi sehingga gerak kwarsa dapat muat dalam sebuah jam tangan. Bagaimanapun, pabrikan Swiss meneruskan untuk menghaluskan teknik mekanik mereka dan kemudian menyamai Bolova melalui cara tradisional. Setelah bertahun-tahun damapenelitian, Swiss melihat kwarsa
                                            sebagai mode yang akan lewat, memperhitungkan kekeliruan dimana keunggulan mekanik mereka akan memperlihatkan mereka bertahan sebagai raja dari tumpukan; itu merupakan penilaian yang miskin yang kadang-kadang akan membawa kematian pada beberapa perusahaan.

                                            Interprestasi orang Jepang
                                            Sementara orang Eropa memainkan one-upmanship dengan berbagai teknik mereka, Seiko telah secara terus-menerus mengambil pandangan baru pada kwarsa dan itu merupakan perusahaan Jepang yang mengeluarkan jam tangan kwarsa pertama di dunia – Jam Astron 25SQ – di Jepang pada 25 Desember 1969. Berharga mahal, dengan harga 450.000 yen ($1.250 harga pertukaran tahun 1969). Mempunyai muka yang datar, menggumpal (tidak seperti jam mekanik Swiss yang tipis) dan juga menyakitkan dengan begitu banyak kesulitan teknik yang membuat Seiko mengakhiri dengan menariknya setelah hanya memproduksi 100 jam saja.

                                            Bagaimanapun, walau itu kegagalan yang nyata, juga menandai tahap baru dalam teknologi jam dimana kita tidak akan pernah menoleh. Teknologi kwarsa telah berada pada langkah kedepan yang baru pada tahun1970; banyak para pembuat jam Jepang mengikuti jalan Seiko, juga dilakukan orang Amerika, sampai kadang-kadang saat Swiss mendaki untuk bergabung – meskipun tidak sampai beberapa pabrikan lain runtuh. Kompetisi ini mengarah pada ketipisan, jam-jam yang lebih lapar akurasi. Bahkan dengan penambahan fitur yang lebih seperti pada kemajuan tahun 70-an, lompatan selanjutnya hanya jalan ditempat.

                                            Jam (2)

                                            May 26th, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

                                            Kata Jam telah di gunakan pada abad ke 14 sekitar 700 tahun yang lalu.  nama itu berasal dari bahasa latin yang namanya “clocca”
                                            cara orang dulu itu ternyata melihat waktu dengan menggunkan matahari. Dan mereka melihat dan mambagi waktu dalam dua waktu.

                                            Yang pertama jika matahari tepat diatas kepala itu namanya berarti tengah hari atau sore dan ketika matahari dekat dengan kaki langit berarti waktu waktu sudah waktunya dekat pagi atau dekat malam.
                                            jam tertua bernama jam sundial atau biasanya disebut dengan jam matahari. pertama kali digunkan kira-kira sekitar 3.500 sebelum masehi.

                                            Ibn al-Shatir, Ahli Astronomi ( 777H atau 1375M.) menciptakan sebuah jam matahari untuk Masjid Jamik Umayyah di Damsyik.
                                            Ia dianggap sebagai pencapaian tertinggi bagi penciptaan jam matahari. Kini, bentuk asal jam matahari ini telah pun pecah menjadi tiga kepingan. Ia disimpan di meseum Negara Syria di Damsyik. tapi, bukan hanya itu orang mesir sekitar tahun 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu juga mengukur waktu plus membuat kalender dengan menggunakan yang namanya obelisk.

                                            ternyata sejarah juga mencatat ada yang menggunkan jam dari air,  sekitar tahun 1400 sebelaum masehi (sekitar 3.400 tahun yang lalu) jam air telah ditemukan di mesir.nah jam itu dinamakan clepsydra(kleph-sur-druh).

                                            selain itu al-jaziri (1136-1206) telah membuat yang namanya jam air yang berbentuk gajah.dan jam buatan al-jaziri sudah mampu menghasilkan suara setiap jamnya.

                                            Jam Pasir

                                            May 25th, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

                                            Jam Pasir atau Hourglass terdiri dari dua kaca gembung yg di isi pasir halus (satu diatas dan satu dibawah) yang dihubungkan oleh pipa sempit.  Rata-rata menunjukan waktu selama satu jam.  Faktor yg berpegaruh dalam penunjukan waktu adalah, volume tabung, jenis kualitas pasir dan lebar leher.

                                            Menurut beberapa ahli jam pasir diciptakan d Alexandria sekitar pertengahan abad ketiga.  Dimana pada masa itu, orang2 membawa jam pasir kemana-mana seperti yg kita lakukan dengan jam sekarang ini.  Ada juga yang berpendapat di abad 11, ditambahkan juga kompas untuk menunjukkan arah.  Pendapat lain,  jam pasir pertama diperkirakan muncul pada tahun 1338 berdasarkan lukisan Allegory of Good Government dari Ambrogio Lorenzetti.  Catatan yg berhasil ditemukan mengena awal keberadaan jam pasir adalah daftar penerimaan penjualan Thomas de Stetesham di tahun 1335.

                                            Teknologi Berbagai Jenis Jam Warisan Peradaban Dunia Islam

                                            May 24th, 2010 | Posted by under Arloji with Comments Off

                                            Inilah salah satu dari peninggalan masa-masa islam yang dahulu pernah berjaya. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihatmenasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.’‘ (QS Al-‘Ashr: 1-3).

                                            Islam adalah agama yang mengajarkan pentingnya menghormati dan menggunakan waktu secara optimal. Sebuah syair Arab bahkan mengibaratkan waktu seperti pedang. ‘’Al-Waqt ka al-saif. Fa in lam taqtha’hu qath’aka.’‘—Waktu laksana pedang. Jika kamu tidak memanfaatkannya, ia akan menebasmu.

                                            Ajaran pentingnya memanfaatkan waktu telah melecut para sarjana Muslim untuk menciptakan alat pengukur waktu, yakni jam. Selain didesak tuntutan hidup, pembuatan jam di dunia Islam juga didorong kebutuhan keagamaan. Dengan menguasai teknologi pembuatan jam, umat Islam bisa mengetahui secara pasti waktu shalat.

                                            Apalagi, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar menunaikan shalat tepat pada waktunya. Sebelum jam diciptakan, peradaban manusia menggunakan matahari sebagai patokan waktu. Jika matahari tepat di atas kepala, menunjukkan waktu sudah tengah hari atau sore. Ketika matahari dekat dengan kaki langit, berarti waktu sudah mendekati pagi atau malam.

                                            Jam air
                                            Sejarah mencatat peradaban manusia telah mengenal jam air sejak 200 SM. Meski begitu, jam air paling mutakhir pertama kali ditemukan di zaman kejayaan Islam. ‘’Kita tak perlu menekankan asal-usul jam air di dunia Islam. Dari sisi jangkauan dan daya cipta, jam al-Jazari (1136-1206 M) jauh melampaui pencapaian peradaban pra-Islam,’‘ tutur Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya Islamic Technology: An Illustrated History.

                                            Di dunia Islam, al-Jazari memang bukan satu-satunya ilmuwan yang menciptakan jam. Pada puncak kejayaannya, utusan Khalifah Harun al-Rasyid—penguasa Di nas ti Abbasiyah—pernah menghadiahkan sebuah jam air kepada Charles yang Agung (Charlemagne), raja bangsa Frank. Menurut al-Hassan dan Hill, jam seperti itu juga pernah dibangun seorang insinyur Muslim bernama Ibnu al-Haystam (wafat 1039 M).

                                            Deskripsi paling awal mengenai jam air dalam bahasa Arab, papar al-Hassan dan Hill, terdapat dalam risalah mesin karya al-Muradi yang bekerja di Spanyol Muslim pa da abad ke-11 M. Selain itu, pada abad yang sama, al-Zarqali juga telah membangun dua jam air besar di tepi Sungai Tagus di Toledo. Meski begitu, penciptaan jam air yang paling monumental dilakukan al-Jazari.

                                            Berkat kemampuan mekaniknya, al-Jazari tercatat mampu merakit beberapa jenis jam air. “Salah satunya, sebuah jam dengan tenaga air tingginya satu meter dan lebarnya satu setengah meter. Jam itu ber hasil direkonstruksi di Museum Ilmu Pengetahuan tahun 1976,” ungkap Donald Routledge Hill dalam karyanya A History of Engineering in Classical and Medieval Times.

                                            Al-Jazari juga mampu membuat jam air berbentuk gajah. Bahkan, jam buatan al-Ja zari sudah mampu menghasilkan suara. Dalam manuskrip al-Jazari, jam itu merupakan jam terawal yang menggunakan flow regulator, sebuah sistem tutuplubang dan sebuah otomaton seperti sebuah jam burung.

                                            “Jam ini merupakan jam pertama dengan reaksi otomatis dalam interval waktu. Jam ini menggunakan sebuah robot ma nu sia (humanoid) yang membentur gembreng dan sebuah robot burung mekanik secara otomatis bersiul. Jam air ini juga dikenal sebagai jam pertama yang bisa merekam waktu secara akurat untuk menyesuaikan lamanya hari yang tidak sama sepanjang tahun,” imbuh al-Hassan dan Hill.

                                            Rancangan jam air buatan al-Jazari juga diakui sangat bagus. ‘’Jam al-Jazari penuh dengan ide-ide dan teknik-teknik yang penting bagi sejarah perancangan mesin,’‘ kata al-Hassan dan Hill.

                                            Jam matahari
                                            Menurut catatan sejarah, sundial atau jam matahari merupakan jam tertua dalam peradaban manusia. Jam ini telah dikenal sejak tahun 3500 SM. Pembuatan jam matahari di dunia Islam dilakukan Ibnu al-Shatir, seorang ahli Astronomi Muslim ( 1304-1375 M). “Ibnu al-Shatir merakit jam matahari yang bagus sekali untuk menara Masjid Umayyah di Damaskus,” ujar David A King dalam karyanya bertajuk The Astronomy of the Mamluks.

                                            Berkat penemuannya itu, ia kemudian dikenal sebagai muwaqqit (pengatur waktu ibadah). Jam yang dibuat Ibnu al-Shatir itu masih tergolong jam matahari kuno yang didasarkan pada garis jam lurus. Ibnu al-Shatir membagi waktu dalam sehari dengan 12 jam, pada musim dingin waktu pendek, sedangkan pada musim panas waktu lebih panjang. Jam mataharinya itu merupakan polar-axis sundial paling tua yang masih tetap eksis hingga kini.

                                            Jam astronomi
                                            Ahli astronomi Islam di era kekhalifahan juga telah berhasil menciptakan jam de ngan berpatokan pada astronomi. “Misalnya, jam astrolabe. Sekitar abad ke-10, al-Sufi menjelaskan seribu kegunaan astrolab, termasuk pengatur waktu, terutama untuk waktu-waktu shalat dan Ramadhan,” jelas Dr Emily Winterburn dalam karyanya Using an Astrolabe.

                                            David A King dalam bukunya bertajuk The Astronomy of the Mamluks menjelaskan bahwa Ibnu al-Shatir menemukan jam astrolab pertama di awal abad ke-14 M. Al-Jazari pun menciptakan jam astronomi. Jam astronomi terbesar yang dibuat al-Jazari disebut castle clock, yang dianggap menjadi analog komputer terprogram pertama.

                                            Howard R Turner dalam karyanya bertajuk Science in Medieval Islam: An Illustrated Introduction menjelaskan bahwa jam itu merupakan sebuah alat yang leng kap dengan ketinggian 11 kaki dan me miliki fungsi ganda di samping sebagai alat pengatur waktu. Alat ini bisa digunakan untuk menunjukkan zodiak (ramalan bintang) serta orbit matahari dan bulan.

                                            Sarjana Muslim lainnya yang menciptakan jam astronomi adalah Abu Raihan al-Biruni pada abad ke-11 M, yakni jam meka nik komputer kalender lunisolar. Jam itu berupa sebuah kereta dan rodanya. Selanjutnya, muncul jam mekanik astronomi yang hampir sejenis dengan karya Abu Raihan al-Biruni.

                                            “Jam itu dibuat Abu Bakar dari Isfahan pada 1235 M,” tutur Silvio A Bedini dalam bukunya Mechanical Universe: The Astrarium of Giovanni de’ Dondi”, Transactions of the American Philosophical Society. desi susilawaty/hri

                                            Insinyur Muslim Pencipta Jam

                                            Al-Jazari
                                            Ilmuwan yang bergelar pemimpin para insinyur Muslim itu telah berjasa membuat jam air. Sejatinya, ia bernama Abu al-‘Iz Ibn Isma’il ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206). Ia biasa dipanggil al-Jazari. Dunia mengenalnya sebagai salah seorang sarjana, penemu, insinyur mekanik, pemahat, seniman, dan seorang astronom. Karyanya yang paling terkenal Kitab FÌ Ma’rifat al-Hiyal al-Handasiyya (Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices) tahun 1206 M. Dalam kitab itu, al-Jazari menjelaskan sekitar 50 alat mekanik ciptaannya.

                                            Ibnu al-Shatir
                                            Sejatinya, dia bernama Ala al-Din Abu’l-Hasan Ali Ibn Ibrahim Ibnu al-Shatir (1304-1375). Al-Shatir begitu ia biasa disebut. Al-Shatir merupakan astronom Muslim yang juga seorang ahli matematika. Karyanya yang paling terkenal dalam astronomi adalah Kitab Nihayat al-Sul Fi Tashih al-Usul.

                                            Dalam buku itu, ia merombak habis Teori Geosentris yang dicetuskan Ptolemeus. Secara matematis, al-Shatir memperkenalkan adanya epicycle yang rumit (sistem lingkaran dalam lingkaran). Al-Shatir mencoba menjelaskan bagaimana gerak merkurius jika bumi menjadi pusat alam semestanya dan merkurius bergerak mengitari bumi. she

                                            Jam Mekanikal dari Dunia Islam

                                            Jam dengan alat berat pertama kali diciptakan Ibnu Khalaf al-Muradi dari Spanyol Islam . Ahmad Y Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya Islamic Technology: An Illustrated History mengungkapkan, ilmuwan Muslim yang menciptakan jam mekanik lainnya adalah Taqi al-Din. Jam mekanik ciptaannya itu dituliskan dalam The Brightest Stars for the Construction of Mecahnical Clocks.

                                            Dalam bukunya itu, Taqi al-Din menguraikan konstruksi jam yang dikendalikan pemberat dengan mekanisme gerak berupa verge an foliot, sua tu rangkaian gir yang berdetak, sebu ah alarm, dan pemodelan fasefase bulan. ‘’Dia juga menjabarkan tentang pembuatan jam yang dijalankan pegas dengan penggerak silinderkonis,’‘ tutur al-Hassan.

                                            Jam dengan menggunakan alat berat serupa kemudian muncul dalam sebuah karya bahasa Spanyol yang disusun dari sumber-sumber berbahasa Arab. Al-Jazari juga menemukan jam air dengan pengatur air dan beban. Ini meliputi jam dengan roda gigi dan sebuah jam tenaga air yang praktis, dengan tinggi satu meter dan lebar satu setengah meter.

                                            Masyarakat Eropa baru mengenal jam yang dikendalikan pemberat pada 1300 M. Sedangkan jam yang diken dalikan pegas baru dikuasai peradab an Barat tahun 1430 M. Masyarakat Inggris mulai membuat arloji pada 1580 M. Sedangkan orang Jerman sudah menciptakan arloji tahun 1525 M.

                                            Meski begitu, menurut al-Hassan dan Hill, dibandingkan orang Eropa, Taqi al-Din lebih awal menguasai seni horologi (seni pembuatan jam). Sayangnya, penguasaan teknologi jam itu tak dibarengi dengan munculnya industri arloji di Turki. Justru negaranegara Eropalah yang memasok jamjam murah bagi Turki. Umat Islam tak mampu menjadikan temuannya menjadi sebuah industri.
                                            Ternyata Islam jaman dahulu sudah lebih maju dari bangsa-bangsa barat yang ada di eropa ya.

                                            Sumber: republika.co.id